Datanglah hari H yang ditunggu-tunggu, gue dari rumah siap-siap dan segera berangkat. Kita berangkat pagi sekitar jam setengah 9 dan sampai siang hari sekitar setengah 2. You know puncak always macet. Sesampainya kita, kemudian saatnya pembagian kamar dan istirahat. Gue mendapatkan kamar bersama ibu-ibu di bawah. Ya Tuhan dengarlah pintaku yang terdalam :’). aku tak ingin bersama mereka... Sedihnya lagi gue gabareng kawan gue yang cewe itu halahhh. Dan akhirnya doa gue yang dari dalam hati dikabulkan *sujud syukur. Akhirnya gue dipidahkan di kamar atas lantai 3 yeaaaaah betapa senangnya hatiku. Jujur dari sebagian besar yang ikut gue ga mengenali mereka semua. Lo tau? Gue sekamar sendiri dengan ditemani 3 springbead, 1 lemari dan gayung beserta embernya dan tak lupa showernya. Keluarlah gue mencari kawan gue yang udah check in ke kamarnya dan singkatnya tiba-tiba kita ketemu. Gue minta aja dia buat sekamar sama gue, dan cabutlah kita ke kamar gue. Ini baru namanya liburan haha. Gue dari jurusan tata boga yang ikut ada 3 orang; gue, kawan gue cewe (Sindi), dan kawan gue cowo (Darwis). Hey kalian berdua dan teman-teman seperjuangan koki di tata boga kangen .... Jadilah kita bertiga kemana-mana selalu bersama. Setelah pembagian kamar, kita kembali lagi ke aula untuk seminar. Kita berjalan kita ke aula yang jaraknya lumayan itu. Tak terasa kemudian terdengar adzan ashar berkumandang, kita dipersilahkan untuk istirahat, sholat, dan makan. Setelah ishoma kita kembali ke acara seminar.
Banyak banget yang gue dapet dari acara seminar itu, dan yang paling gue inget dan gue garis bawahi adalah salah satu pembicara bilang “The power of thinking” dan dia bicara untuk mengubah negeri ini dengan “Revolusi Mental”. Gue gamau bicara soal politik di sini yang sekarang lagi hebohnya dengan RM itu juga. Gue tidak mengenali mereka semua dengan baik dan akrab bahkan gue tau namanya karena kita baru menjalani pelatihan ini 1 bulan kurang. Berhubung sore telah tiba, kita kembali ke kamar masing-masing untuk mandi dan kemudian kembali lagi ke aula untuk makan malam dan kembali seminar. Jam demi jam berlalu, akhirnya sekitar setengah 10 seminar telah selesai.
Narsis setelah seminar
Keesokan harinya, kami bersiap-siap dengan memakai seragam yang diberikan. Dan setelah kami sudah siap kami berkumpul di lapangan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu. Gue merasa senang sebenarnya di waktu yang cukup singkat itu dan kalau sekarang tiba-tiba terlintas pikiran itu gue sedikit kangen. Pemanasan sudah hampir selesai dan tinggal pembagian kelompok. Gue mendapatkan kelompok yang sama sekali ga gue kenali dan juga baru gue lihat, kita menamai kelompok ini “operator”. Permainan satu per satu hampir kita selesaikan, yang gue ingat kita memainkannya dengan lumayan keren dan kompak. Pertama-tama kita bermain game memindahkan bola kecil dengan tali ke atas pipa yang berdiri dengan mecocokkan warna yang seharusnya, mengisi air di botol dengan halangan dan kita diharuskan berpegangan tanpa boleh ada yang terputus, memasukkan pensil dengan menutup mata yang diintruksikan seseorang, mengisi air di ember dengan estafet melewati kepala, membawa botol berisi air dengan terpal kecil yang pastinya membutuhkan keseimbangan, membuat sebuah bangunan dari papan kecil persegi panjang yang kemudian di atasnya ditaruh botol berisi air. Tak terasa waktu hampir berlalu dan saatnya pengumuman pemenang kelompok dengan waktu tercepat. Gue ngerasa bahagia banget saat itu dan ngerasa punya kawan baru yang gak kalah asik juga baik. Kita sekelompok ada 9 orang, tapi gue ga mengingat dengan baik mereka siapa. Beruntung ada foto kita yang membuat gue jadi kangen kalo diinget-inget.
Dan ternyata kita menjadi pemenang walaupun yang ke-3 dengan mendapatkan slayer berwarna biru.
Pemanasan sebelum outbound
Karena cuaca agak mendung dan akan turun hujan, kami dipersilahkan berganti baju. Yang namanya laki-laki gak dimana-mana dan tanpa pandang cuaca mereka main bola di tengah hujan yang deras itu.
Main bola di tengah derasnya hujan
Demam goyang oplosan
Jam sudah menunjukan tengah malam, gue dan teman sekamar gue tidur dan keesokan harinya kita siap-siap untuk pulang di siang hari karena menghindari macetnya pucak. Perjalanan pulang cukup memakan waktu lama karena adanya buka tutup jalur, but we've enjoyed...
Tiga hari kemarin di Bogor walaupun bentar tapi tetep aja seruuuuuu banget bagi gue. Gak rela rasanya udah pisah gitu aja sama mereka apalagi sekarang kita emang udah bener-bener LULUS dari tempat pelatihan itu. Pengen banget rasanya kenal mereka dulu dan akrab lebih lama lagi
Ginilah kalo udah sayang sama kawan, mau lepasin aja rasanya susah haha. Ya tapi apalah daya kaki tak akan sampai, hidup akan terus berjalan dan kita semua pasti terus bergerak. Sukses aja buat kita semua!!!!!
Ini foto saat hari perpisahan kita 24 Juni 2014
Ga banyak kok yang gue tulis, banyak banget suka duka setiap harinya saat di pelatihan itu tapi yang penting kebahagiaan itu rasanya di sini *nunjuk ke hati.
Kurang lebihnya mohon maaf, apabila tidak berkenan dan tulisan yang typo serta bahasa yang gak pantas..
The gank of tata boga haha






Tidak ada komentar:
Posting Komentar