Rabu, 28 Januari 2015

Kamu (Aku) Dia

Selamat malam, mumpung koneksi lagi bagus dan tulisan kebanyakan disimpan akhirnya muncul juga di blog ini. Bulan Juni kemarin lagi belajar buat puisi dan tereeeret ini dia haha.. Entah semenjak kapan gue jadi mellow gini dan rasanya kata cinta sering banget berputar-putar di otak gue. Well kebanyakan nonton drama kale ya haha... Gausah buang-buang waktu deh ga penting aned wkwk

21 Juni 2014
Kamu (Aku) Dia

Genggaman tanganmu bagaikan sebuah pelukan yang memeluk hatiku
Kini aku terbuai dalam genggaman hangatnya tanganmu
Membiarkanmu mengenggam tanganku
Agar kutahu sejauh mana kau ingin selalu bersamaku

                  Ingin rasanya aku selalu berada di dekatmu
                  Namun apa daya, aku tak akan bisa berharap lebih kepadamu
                  Karena kau memiliki orang lain yang ada di hatimu
                  Yang lebih dulu merebut hatimu

Tapi tak apa, lebih baik seperti ini
Karena aku telah mengetahui
Walaupun kecewa menepi
Walaupun rindu menari
Walaupun pedih menyinari
Hati ini akan selalu berjuang mencari pengganti!

*Ratna

Terima Kasih untuk 45 Harinya

FIX...... 3 hari yang luar biasa yaitu 20, 21, 22 Juni 2014 adalah salah satu momen yang gak akan gue lupain. Gue dan kawan laiinya dari tempat pelatihan kerja kebetulan ada acara di Ciloto, Bogor untuk pembangunan karakter. Gue dan 2 kawan dari jurusan gue kepilih ikut kesana, walaupun awalnya gue bisa ikut juga karena menang undian. Jadi ceritanya yang ikut sebenernya hanya untuk pengurus kelas, udah kepilih 2 orang dan kekurangan 1 orang lagi. Tapi karena ada suatu kejadian yang ga memungkinkan pengurus kelas gue yang 1 lagi ikut, jadi terpilihlah gue dengan diundi sama sang instruktur. Sebelum kepilih gue punya firasat tapi apalah daya tangan tak sampai kaki apalagi, gue gamau terlalu berharap dapet tuh undian. Akhirnya terpilihlah gue. *prokprokprok pertama-tama terima kasih kepada Allah Ta’aala, orang tua di rumah dan jodohku dimanapun kau berada halah jangan baca ini.
Datanglah hari H yang ditunggu-tunggu, gue dari rumah siap-siap dan segera berangkat. Kita berangkat pagi sekitar jam setengah 9 dan sampai siang hari sekitar setengah 2. You know puncak always macet. Sesampainya kita, kemudian saatnya pembagian kamar dan istirahat. Gue mendapatkan kamar bersama ibu-ibu di bawah. Ya Tuhan dengarlah pintaku yang terdalam :’). aku tak ingin bersama mereka... Sedihnya lagi gue gabareng kawan gue yang cewe itu halahhh. Dan akhirnya doa gue yang dari dalam hati dikabulkan *sujud syukur. Akhirnya gue dipidahkan di kamar atas lantai 3 yeaaaaah betapa senangnya hatiku. Jujur dari sebagian besar yang ikut gue ga mengenali mereka semua. Lo tau? Gue sekamar sendiri dengan ditemani 3 springbead, 1 lemari dan gayung beserta embernya dan tak lupa showernya. Keluarlah gue mencari kawan gue yang udah check in ke kamarnya dan singkatnya tiba-tiba kita ketemu. Gue minta aja dia buat sekamar sama gue, dan cabutlah kita ke kamar gue. Ini baru namanya liburan haha. Gue dari jurusan tata boga yang ikut ada 3 orang; gue, kawan gue cewe (Sindi), dan kawan gue cowo (Darwis). Hey kalian berdua dan teman-teman seperjuangan koki di tata boga kangen .... Jadilah kita bertiga kemana-mana selalu bersama. Setelah pembagian kamar, kita kembali lagi ke aula untuk seminar. Kita berjalan kita ke aula yang jaraknya lumayan itu. Tak terasa kemudian terdengar adzan ashar berkumandang, kita dipersilahkan untuk istirahat, sholat, dan makan. Setelah ishoma kita kembali ke acara seminar.
Banyak banget yang gue dapet dari acara seminar itu, dan yang paling gue inget dan gue garis bawahi adalah salah satu pembicara bilang “The power of thinking” dan dia bicara untuk mengubah negeri ini dengan “Revolusi Mental”. Gue gamau bicara soal politik di sini yang sekarang lagi hebohnya dengan RM itu juga. Gue tidak mengenali mereka semua dengan baik dan akrab bahkan gue tau namanya karena kita baru menjalani pelatihan ini 1 bulan kurang. Berhubung sore telah tiba, kita kembali ke kamar masing-masing untuk mandi dan kemudian kembali lagi ke aula untuk makan malam dan kembali seminar. Jam demi jam berlalu, akhirnya sekitar setengah 10 seminar telah selesai.
Narsis setelah seminar

Kami kembali ke kamar untuk beristirahat dan bersiap-siap untuk mengikuti outbound esok hari.
Keesokan harinya, kami bersiap-siap dengan memakai seragam yang diberikan. Dan setelah kami sudah siap kami berkumpul di lapangan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu. Gue merasa senang sebenarnya di waktu yang cukup singkat itu dan kalau sekarang tiba-tiba terlintas pikiran itu gue sedikit kangen. Pemanasan sudah hampir selesai dan tinggal pembagian kelompok. Gue mendapatkan kelompok yang sama sekali ga gue kenali dan juga baru gue lihat, kita menamai kelompok ini “operator”. Permainan satu per satu hampir kita selesaikan, yang gue ingat kita memainkannya dengan lumayan keren dan kompak. Pertama-tama kita bermain game memindahkan bola kecil dengan tali ke atas pipa yang berdiri dengan mecocokkan warna yang seharusnya, mengisi air di botol dengan halangan dan kita diharuskan berpegangan  tanpa boleh ada yang terputus, memasukkan pensil dengan menutup mata yang diintruksikan seseorang, mengisi air di ember dengan estafet melewati kepala, membawa botol berisi air dengan terpal kecil yang pastinya membutuhkan keseimbangan, membuat sebuah bangunan dari papan kecil persegi panjang yang kemudian di atasnya ditaruh botol berisi air. Tak terasa waktu hampir berlalu dan saatnya pengumuman pemenang kelompok dengan waktu tercepat. Gue ngerasa bahagia banget saat itu dan ngerasa punya kawan baru yang gak kalah asik juga baik. Kita sekelompok ada 9 orang, tapi gue ga mengingat dengan baik mereka siapa. Beruntung ada foto kita yang membuat gue jadi kangen kalo diinget-inget.
Dan ternyata kita menjadi pemenang walaupun yang ke-3 dengan mendapatkan slayer berwarna biru.

Pemanasan sebelum outbound

Karena cuaca agak mendung dan akan turun hujan, kami dipersilahkan berganti baju. Yang namanya laki-laki gak dimana-mana dan tanpa pandang cuaca mereka main bola di tengah hujan yang deras itu.
Main bola di tengah derasnya hujan

Jam sudah menunjukkan pukul 8 dan kita diharapkan kehadirannya di aula untuk karaoke. ♫Masa lalu biarlah masa lalu, jangan kau ungkit jangan ingatkan aku♫ Salah satu kawan disana menyanyikan lagu milik sang ratu ngebor, Inul membuat gue seminggu kemudian gak bosan untuk mendengarkannya lagi dan lagi.
Demam goyang oplosan

Setelah kita sudah merasa bosan untuk berkaraoke, kita keluar untuk berjalan-jalan di malam yang cukup dingin itu dibanding panasnya Jakarta. Tanpa sengaja gue melihat salah satu kawan gue berbicara dengan hembusan nafasnya yang terlihat. Haha kita bertiga seperti orang yang norak dan kemudian kita bergantian melihat apakah hembusan nafas kita terlihat atau tidak. Karena malam sudah hampir larut kita kembali ke kamar masing-masing.
Jam sudah menunjukan tengah malam, gue dan teman sekamar gue tidur dan keesokan harinya kita siap-siap untuk pulang di siang hari karena menghindari macetnya pucak. Perjalanan pulang cukup memakan waktu lama karena adanya buka tutup jalur, but we've enjoyed...
Tiga hari kemarin di Bogor walaupun bentar tapi tetep aja seruuuuuu banget bagi gue. Gak rela rasanya udah pisah gitu aja sama mereka apalagi sekarang kita emang udah bener-bener LULUS dari tempat pelatihan itu. Pengen banget rasanya kenal mereka dulu dan akrab lebih lama lagi 
Ginilah kalo udah sayang sama kawan, mau lepasin aja rasanya susah haha. Ya tapi apalah daya kaki tak akan sampai, hidup akan terus berjalan dan kita semua pasti terus bergerak. Sukses aja buat kita semua!!!!!
Ini foto saat hari perpisahan kita 24 Juni 2014

Pokoknya love love banget sama angkatan pertama ini. Walaupun cuma 45 hari pelatihan kita disana, tapi pelajaran dan pengalaman yang didapat tidak dapat dilupakan. Terima kasih semua atas semuanyaaaaaaa!!!
Ga banyak kok yang gue tulis, banyak banget suka duka setiap harinya saat di pelatihan itu tapi yang penting kebahagiaan itu rasanya di sini *nunjuk ke hati.
Kurang lebihnya mohon maaf, apabila tidak berkenan dan tulisan yang typo serta bahasa yang gak pantas..

The gank of tata boga haha

Selasa, 27 Januari 2015

Lagu Sendu, Rindu, Huhu...


Beberapa  menit gue baru posting, sekarang gue mau posting lagi tentang lagu yang baru gue unduh beberapa hari yang lalu. Gue sedang merindukan seseorang banget saat itu dan dengan mendengarkan lagu sepertinya semua kangen itu hilang. Lagu yang di playlist gue sepertinya masih kurang menyentuh kekangenan gue saat itu  dan akhirnya gue cari di google "lagu yang sedang merindukan seseorang". Banyak banget rekomendasi lagu yang ditulis oleh penulis blog, tapi ada seorang anon yang komentar di blog tersebut menulis "COLBIE CAILLAT - I Never Told You". Oh shit dari judulnya itu udah menarik perhatian gue banget dan saat gue unduh what the hell gue ga bosan-bosan berhari-hari lagu itu berputar di music player handphone gue dan litiknya itu 'ngena' banget ke gue. Apa Colbie sedang menyindir gue dengan lagu itu? haha mana mungkin, ngayal aja... Dari suaranya Colbie yang jernih banget juga musik yang mendayu-dayu itu sudah jelas menghipnotis gue larut dalam lagu tersebut. Hey everybody, this song for ya! Check this out ... Selamat mendengarkan! :)

Ini link kalo mau unduh/download 


COLBIE CAILLAT  - I Never Told You



I miss those blue eyes
How you kiss me at night
I miss the way we sleep
Like there's no sunrise
Like the taste of your smile
I miss the way we breathe

But I never told you
What I should have said
No, I never told you
I just held it in

And now I miss everything about you
I can't believe it, I still want you
After all the things we've been through
I miss everything about you
Without you, whoa...

I see your blue eyes
Every time I close mine
You make it hard to see
Where I belong to
When I'm not around you
It's like I'm not with me

But I never told you
What I should have said
No, I never told you
I just held it in

And now I miss everything about you (still you're gone)
I can't believe it, I still want you (And I'm lovin' you, I never should have walked away)
After all the things we've been through (I know it's never gonna come again)
I miss everything about you
Without you, whoa...

But I never told you
What I should have said
No I never told you
I just held it in

And now I miss everything about you (still you're gone)
Can't believe it, I still want you (And I'm lovin' you, I never should have walked away)
After all the things we've been through (I know it’s never gonna come again)
I miss everything about you
Without you, whoa, no, no...

Hey 2015

Selamat tahun 2015...


Ini posting pertama gue di tahun 2015 yey. Sudah lama gue ga nge-post karena hari-hari gue yang agak sibuk dengan kegiatan baru hhhmm kuliah? seperti inilah sekarang.. Berjuang agar bisa menjadi orang yang lebih baik lagi. Juga karena jaringan yang sering banget labil, gue jadi malas untuk menghubungkan ke internet karena jawabannya sudah pasti no connection.
Malam ini berhubung sedang libur gue menyempatkan diri untuk menulis lagi. Apapun yang gue tulis disini sebenernya gue juga bingung mau menulis apa. But ada ingatan beberapa hari lalu yang gue mau bagi. Beberapa hari yang lalu saat gue nge-pack buku tulis SD gue yang amat lusuh itu gue melihat tanggal yang emang udah jadi kebiasaan gue tulis. ... Juli 2003... wow berarti udah hampir 12 tahun kalo gue hitung dan rasanya gue lagi pengen banget bilang kangen sama kawan-kawan yang sempat mengisi hari-hari gue kapanpun itu. Gue mau bilang buat temen SD gue, temen SMP gue, temen SMA gue "hai, gimana kabarnya? sibuk apa sekarang? wah beda yah sekarang..  oh kamu tuh yang itu... sama siapa nih sekarang? jadi kamu sama dia? kangen banget.." haha pertanyaan yang pasti terlontar kalo baru ketemu kawan lama, ga sangka yah masa SD udah, SMP udah, SMA juga udah dan sekarang tahap pendewasaan diri. Amazing, perasaan baru kemarin rasanya gue gowes sepeda berangkat sekolah waktu SD, baru kemarin nyanyi-nyanyi lagu India pelajaran seni budaya di SMP, dan juga rasanya baru kemarin di SMA gosip di bawah pohon dekat masjid sepulang sekolah. 
Status pelajar hilang begitu aja ditelan waktu, dan kini udah berjuang mencari uang untuk makan, kuliah karena berbagai macam alasan, hingga masih menunggu lamaran diterima (baik lamaran untuk kerja atau lamaran untuk menyempurnakan sekeping hati).
Walaupun udah berbagai macam tahap dilewati, yang terkadang sudah membuat sadar kita harus berpikir dan bertindang dewasa tapi terkadang kita merasa ingin kembali saat-saat di masa kecil. Dimana kita gak peduli hari ini harus memakai baju apa, gak peduli orang lain melihat kita menggunakan pakaian apa hari ini, gak peduli banyak kawan yang sedang sirik, gak peduli makanan yang membuat perut berlipat, gak peduli seberapa besarnya masalah saat itu karena dapat terselesaikan, dan gk peduli orang lain berkata apa tentang kita. Menjadi dewasa bisa dikategorikan menjadi lebih sensitif dalam semua hal, terkadang merasa beban selalu ada di pundak dan berpikir keras untuk dapat hidup yang jauh lebih baik. It means i wanna go back to my childhood please...
But gue bersyukur dengan menjadi dewasa ini bisa belajar menjadi orang yang lebih bijak dalam segala keputusan, tidak egois saat orang menginginka sesuatu yang tak seharusnya, mandiri dalam segala hal, menghargai dalam setiap kesempatan seseorang, dan juga menyayangi serta mencintai orang asing yang hadir begitu saja di kehidupan kita.

To be honest, for now i just really miss someone. Seseorang yang kini entah sedang apa dan dimana berada, tapi yang pasti dia sedang pergi menata kembali hatinya yang sudah disakiti. Hey I just miss ya :)

Senin, 03 November 2014

Malasku Selalu Setia Bersamaku

Selamat pagi... Gue baru download aplikasi blogger ini di handphone, yes memudahkan gue banget untuk sering-sering nulis.
Tiap minggunya gue punya tugas mingguan dan anehnya rasa malas selalu menghantui setiap gue yang baru aja mau memulai. Deadline kadang membuat gue jadi semakin bersemangat buat ngerjain tugas. Karena udah wajib kudu harus selesai. Tapi apa? kemalasan masih sering banget gue alamin, ada apa dengan aku ya Allah :(
Kadang gue menyesal menyia-nyiakan waktu santai gue yang biasanya hanya untuk online. Tapi di satu sisi gue bisa jadi lebih fokus setiap mengerjakan sesuatu saat udah deadline. My God gabisa terus-terusan seperti ini dan udah pasti akan menyusahkan nantinya.
Fighting!!!
Kemalasan adalah musuh terbesar gue dan gue akan selalu berjuang untuk menjadikannya teman. Hai teman!

Minggu, 26 Oktober 2014

Kartu Penitipan bersweater Hitam

Malam ini gue pergi ke supermarket.Udah kodrat yang namanya cewe tuh muter-muterin supermarket dengan satu tujuan tetapi pasti kecantol di setiap gangnya (oke ini gue banget). Jangan khawatir malam ini gue ga bicara tentang bagaimana kaum wanita berbelanja tapi malam ini gue ingin bercerita gue bertemu dengan seseorang. Seseorang yang gue maksud di sini  gue ga tahu dia siapa dan dari semua pengunjung supermarket sampai mba-mba ataupun mas-mas karyawannya pun gue ga mengenali mereka semua, yang gue kenali hanya mama dan adik perempuan gue. Gue berjalan mengitari supermarket seperti biasanya dan udah kebiasaan gue kepengen melihat semua apa yang ada. Namun saat gue sedang milih-milih makanan ringan gue ngeliat salah seorang yang familiar banget bagi gue. Dari postur tubuh, rambut, bentuk wajah, dan gaya dia berpakaian sekilas mengingatkan gue dengan seseorang. Tapi saat gue lihat dengan jelas mukanya, ternyata dia orang yang berbeda (haha garing banget). Paras mukanya tenang dan sorot matanya bikin hati adem hwhw, fix gue demen banget orang kayak gini. Jangan terlalu membawa perasaan banget sama orang yang baru dikenal ya cu wkwk. Dia memakai sweater hitam polos, jeans belel tapi masih kelihatan keren, dan sepatu hitam entah gue ga memperhatikan apa merk-nya. Malam ini pengunjung sedang sangat ramai, sehingga gue ga bisa melihat dia dimana. Karena menyadari ga mampu membawa semua belanjaan itu akhirnya gue mengambil keranjang. Ternyata si dia sudah selesai belanja dan sedang mengantri di kasir. Gue berjalan melewatinya dan balik melewatinya lagi. Tidak terjadi apa-apa, cuma satu kata yang gue ucapkan “permisiiiii”. Setelah merasa sudah cukup gue mengantri ke kasir, tapi gue menyarankan agar mama gue aja yang membayar dan mengantri. Gue di depan tempat penitipan barang dan saat gue lihat antrian si cowo itu ternyata dia belum selesai. Karena terhalang tembok besar yang persis menutupi dia, gue ga bisa melihatnya. Gue pun menunggu dengan memperhatikan adik gue yang lari-larian kayak cacing kepanasan. Mama gue sudah selesai membayar dan sekarang giliran gue mengambil barang yang memakai nota di ujung pintu masuk. Gue berjalan melewatinya (lagi) tapi cukup jauh untuk melihatnya dari dekat dan dia masih belum selesai juga. Saat gue selesai, gue melihat dia keluar supermarket. Saat gue berjala, gue melihat dia masuk supermarket lagi ke arah penitipan barang. Gue tertawa dalam hati ternyata dia hampir melupakan tasnya, dan untuk keempat kalinya gue berjalan melewatinya lagi. Tanpa sengaja gue melihat isi belanjaan di plastiknya yang samar-samar terdapat sabun c***a dan juga kartu penitipan barangnya yang bernomor 031. Setelah gue melihatnya pergi dan gue masih harus masuk lagi ke alat-alat perlengkapan baju dan pakaian, gue harus menitipkan belanjaan gue yang sudah dibayar tadi. Dan gue mendapat kartu bernomor yang sama.
Seperti itulah pertemuan singkat gue yang sangat biasa dengan dia yang bersweater hitam.
Alhasil gue memilih membeli kaos berwarna hitam setelah pertemuan ini haha selamat malam !!!


Sabtu, 25 Oktober 2014

Masa UNYU

Selamat siang menjelang sore! Selamat tahun baru Islam 1 Muharram 1436 H.

Pagi di hari Sabtu ini saatnya gue membuka mata dan akhirnya terbangun di kamar gue. Kangennyaaaa .Di pagi yang cerah ini gue ga melihat 1 pun anak SD lewat depan rumah, tapi saat adik gue menendang bolanya dan mengenai daun dan terjatuhlah daun itu, terlintas mengingatkan gue saat di SD dulu. Dan akhirnya membuat gue ingin mengingat kembali masa-masa gue saat masih unyu dulu. Seperti inilah cerita gue yang BIASA haha. Selamat membaca !!!
Seperti yang gue beritahu gue lahir dan besar di Jakarta, di kota kecil ini yang kebetulan menjadi ibukota. Sekolah sudah menjadi kewajiban kita sebagai anak kecil yang belum tahu apa-apa dan ketika kita beranjak dewasa tiba-tiba kita sudah sekolah aja. Gatau gimana caranya, karena para orang tua kita sudah menyekolahkan kita. Tapi sekolah itu sudah pasti berguna untuk kesuksesan hidup kita di masa depan.
Saat gue berumur 5 tahun gue didaftarkan TK sama mama gue, karena tanpa banyak berpikir pada saat itu gue ikut aja apa yang mama mau. Masuklah gue di TK yang lumayan jauh dari rumah gue. Karena pada saat itu TK dan badan gue udah pasti masih unyu bingit, gue sekolah diantar sama mama gue naik sepeda atau bapa gue naik motor. Saat TK gue ga begitu ingat apa yang terjadi di sana. Di awal-awal sekolah TK gue masih sering ditungguin sampe pulang. Yang bisa gue inget adalah saat gue lagi belajar gue selalu melihat ke jendela untuk melihat mama gue. Entahlah dengan alasan apa, mungkin gue masih malas untuk sekolah. Tapi, beberapa minggu ke depan mama gue ga nungguin gue lagi. Yaudahlah yaaa, jadi anak ga boleh lebay kemana-mana minta ditemenin. Dan akhirnya gue terbiasa ditinggal saat itu. Berangkat diantar, pulang dijemput dan udah ga ditungguin lag yey (halah apa ini wkwk). Gue ga mengingat banyak saat di TK itu. Tapi, ada 1 hal yang gue inget saat itu. Saat gue sedang asik-asik main perosotan dengan serunya eh tiba-tiba ada kawn gue yang menyerobot dan saat itulah kejedot pala gue. Karena gue dulu cengeng, menangislah gue sejadi-jadinya. Kawan-kawan gue yang gue inget hanya Erni, Iqbal yang kebetulan sepupu gue dan Ummi, Rika tetangga gue. Gatau deh saat itu kawan gue yang paling bener siapa. Setelah setahun sudah gue TK, kemudian saatnya gue melanjutkan sekolah yang lebih tinggi.

Ini foto TK gue

Kemudian gue didaftarin SD yang letaknya gajauh dari TK gue itu tapi kalo jalan santai butuh waktu 15 menit. Didaftarin deh gue di sana SD yang punya 3 lantai, wow untuk semuran gue ngeliat gedung sekolah yang tinggi itu rasanya menyenangkan. Dan keren juga rasanya punya sekolah di sana. SD waktu yang cukup lama dari sekolah yang lainnya. 6 tahun sekolah dan beruntunglah gue ga di lantai 3 tiap tahunnya. Gue masuk sekolah itu sama sepupu perempuan gue (Erni), tiap hari kita berangkat pulang bersama. Begitulah kebersamaan kita di sekolah, temen dia temen gue, temen gue pun juga temen dia. Tapi kita ga sekelas dari kelas 1 s/d 5 namun saat kelas 6 kelas kita digabung dan sekelaslah kita. Awal-awal di kelas 1 kita masih diantar sekolah, kadang bapanya dia yang nganter kadang juga bapa gue yang nganter. Ganti-gantian ajalah siapa yang bisa, bapa kita itu adik-kakak jadi woles aja. Pergi pulang kita selalu bersama. Tapi pada suatu siang kelas 3 kita pulang belum dijemput, dan akhirnya kita memutuskan untuk jalan kaki saja. Di saat itu gue lupa kita jalan kaki sambil ngobrol atau engga, dan tiba-tiba ada kawan gue yang dijemput sama mamanya naik motor. Kawan gue nawari bareng tuh, yaudah gue naik aja. Dan dengan bodohnya gue lupa, sepupu gue itu gue tinggal jalan kaki pulang sendirian. Saat gue udah sampe rumah ternyata bapa gue jemput dan dimarahin lah gue sepulangnya dia jemput. Dengan terjadinya kejadian itu gue belajar, gue gaboleh meninggalkan siapapun orang yang udah selalu setia bersama gue. Zaman-zaman SD yang gue suka tuh sekolah santai, ulangan masih gampang. Apalagi kelas 1, alamak pelajaran bahasa Inggris yang paling gue inget ngartiin warna-warna. Merdekanya ulangan kayak gitu wkwk. Kemudian beranjak kelas 4 kita ke sekolah naik sepeda. Naik sepedalah kita bersama. Lagi ngomongin bahasa Inggris gue jadi inget pernah ikut les bahasa Inggris sama guru gue di kelas. Jadwal les sekitar jam 3an. Dan ada hal yang paling menyedihkan di saat itu. Jam belum menunjukan waktu masuk jadi gue main-main dulu, entah apa yang gue lakuin. Gue cuma duduk-duduk diam karena pada saat itu gue lagi pusing dan gue punya ide untuk ke bawah. Saat gue berjalan di tangga, pala gue pusing tapi gue masih sadar kok. Gue merapat ke pegangan tangganya dan tiba-tiba gue oleng. Jatuhlah gue di tangga guling-gulingan. Dan beruntungnya gue ga parah kayak di sinetron-sinetron lebay, gue Cuma ngerasain dahi gue cekat-cekot. Kebetulan ada orang yang lewat ditolonglah gue, saat gue mencari sumber sakit di dahi itu betapa terkejutnya gue. Ternyata dahi gue benjol macem bola bekel, malu banget gue saat itu. Pulangkan sayaaaa bu :’( Yaudah saat itu gue minta izin buat gaikut lesnya hari itu. Setelah kejadian itu gue malu banget untuk menampakan dahi gue yang benjol itu, dan jadilah gue memakai topi everywhere. Akhirnya berkuranglah benjol gue itu. Hal lainnya yang paling gue inget saat di SD tuh saat pulang sekolah selalu maen ke rumah temen.  Berhubung kita udah naik sepeda kalo sekolah, tingal gowes sampe deh. Merayakan ulang tahun kawan gue di sekolah kelas 4, persami di sekolah, melihat api unggun pertama di sekolah, pramuka setiap hari sabtu ke sanggar pramuka, sebelum Ramadhan konfoi ke jalan menyambut datangnya bulan Ramadhan, nonton bioskop untuk pertama kali waktu kawan gue ulang tahun kelas 5, ikut nari ke warnet pertama kalinya juga sama kawan gue, setiap pulang les pergi ke supermarket belanja pake uang kawan, kelas 6 rutinitasnya: latihan soal di papan tulis, ngumpulin kertas bekas ngerjain soal, ngumpulin gelas-gelas atau botol minuman bekas kita minum, dan karena kita rajin mengumpulkan semua itu kita akhirnya makan mie ayam ditraktir wali kelas. Pertama kalinya jalan-jalan sekelas dan nyanyi lagu ini: “Terima kasihku, ku ucapkan pada guruku yang tulus. Ilmu yang berguna selalu dilimpahkan untuk bekalku nanti. Setiap hariku dibiimbingnya agar tumbuhlah bakatku. Kan ku ingat selalu nasehat guruku, terima kasihku guruku”. Ga terasa 6 tahun sudah kita lewati bersama, ujian nasional untuk pertama kalinya dan lulus untuk pertama kalinya. Sekolah lagilah kita ke jenjang yang lebih tinggi.. 

ini waktu kita nari di sekolah 
berlanjut...