Terkadang hidup berjalan baik-baik saja, begitupun sesekali tersandung dan berharap akan baik-baik saja.
Rabu, 18 Maret 2015
Pandji Ft. Teddy Aditya - Ode Untuk Ayah
Rabu, 28 Januari 2015
Kamu (Aku) Dia
Genggaman tanganmu bagaikan sebuah pelukan yang memeluk hatiku
Kini aku terbuai dalam genggaman hangatnya tanganmu
Membiarkanmu mengenggam tanganku
Agar kutahu sejauh mana kau ingin selalu bersamaku
Ingin rasanya aku selalu berada di dekatmu
Namun apa daya, aku tak akan bisa berharap lebih kepadamu
Karena kau memiliki orang lain yang ada di hatimu
Yang lebih dulu merebut hatimu
Tapi tak apa, lebih baik seperti ini
Karena aku telah mengetahui
Walaupun kecewa menepi
Walaupun rindu menari
Walaupun pedih menyinari
Hati ini akan selalu berjuang mencari pengganti!
Terima Kasih untuk 45 Harinya
Datanglah hari H yang ditunggu-tunggu, gue dari rumah siap-siap dan segera berangkat. Kita berangkat pagi sekitar jam setengah 9 dan sampai siang hari sekitar setengah 2. You know puncak always macet. Sesampainya kita, kemudian saatnya pembagian kamar dan istirahat. Gue mendapatkan kamar bersama ibu-ibu di bawah. Ya Tuhan dengarlah pintaku yang terdalam :’). aku tak ingin bersama mereka... Sedihnya lagi gue gabareng kawan gue yang cewe itu halahhh. Dan akhirnya doa gue yang dari dalam hati dikabulkan *sujud syukur. Akhirnya gue dipidahkan di kamar atas lantai 3 yeaaaaah betapa senangnya hatiku. Jujur dari sebagian besar yang ikut gue ga mengenali mereka semua. Lo tau? Gue sekamar sendiri dengan ditemani 3 springbead, 1 lemari dan gayung beserta embernya dan tak lupa showernya. Keluarlah gue mencari kawan gue yang udah check in ke kamarnya dan singkatnya tiba-tiba kita ketemu. Gue minta aja dia buat sekamar sama gue, dan cabutlah kita ke kamar gue. Ini baru namanya liburan haha. Gue dari jurusan tata boga yang ikut ada 3 orang; gue, kawan gue cewe (Sindi), dan kawan gue cowo (Darwis). Hey kalian berdua dan teman-teman seperjuangan koki di tata boga kangen .... Jadilah kita bertiga kemana-mana selalu bersama. Setelah pembagian kamar, kita kembali lagi ke aula untuk seminar. Kita berjalan kita ke aula yang jaraknya lumayan itu. Tak terasa kemudian terdengar adzan ashar berkumandang, kita dipersilahkan untuk istirahat, sholat, dan makan. Setelah ishoma kita kembali ke acara seminar.
Banyak banget yang gue dapet dari acara seminar itu, dan yang paling gue inget dan gue garis bawahi adalah salah satu pembicara bilang “The power of thinking” dan dia bicara untuk mengubah negeri ini dengan “Revolusi Mental”. Gue gamau bicara soal politik di sini yang sekarang lagi hebohnya dengan RM itu juga. Gue tidak mengenali mereka semua dengan baik dan akrab bahkan gue tau namanya karena kita baru menjalani pelatihan ini 1 bulan kurang. Berhubung sore telah tiba, kita kembali ke kamar masing-masing untuk mandi dan kemudian kembali lagi ke aula untuk makan malam dan kembali seminar. Jam demi jam berlalu, akhirnya sekitar setengah 10 seminar telah selesai.
Keesokan harinya, kami bersiap-siap dengan memakai seragam yang diberikan. Dan setelah kami sudah siap kami berkumpul di lapangan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu. Gue merasa senang sebenarnya di waktu yang cukup singkat itu dan kalau sekarang tiba-tiba terlintas pikiran itu gue sedikit kangen. Pemanasan sudah hampir selesai dan tinggal pembagian kelompok. Gue mendapatkan kelompok yang sama sekali ga gue kenali dan juga baru gue lihat, kita menamai kelompok ini “operator”. Permainan satu per satu hampir kita selesaikan, yang gue ingat kita memainkannya dengan lumayan keren dan kompak. Pertama-tama kita bermain game memindahkan bola kecil dengan tali ke atas pipa yang berdiri dengan mecocokkan warna yang seharusnya, mengisi air di botol dengan halangan dan kita diharuskan berpegangan tanpa boleh ada yang terputus, memasukkan pensil dengan menutup mata yang diintruksikan seseorang, mengisi air di ember dengan estafet melewati kepala, membawa botol berisi air dengan terpal kecil yang pastinya membutuhkan keseimbangan, membuat sebuah bangunan dari papan kecil persegi panjang yang kemudian di atasnya ditaruh botol berisi air. Tak terasa waktu hampir berlalu dan saatnya pengumuman pemenang kelompok dengan waktu tercepat. Gue ngerasa bahagia banget saat itu dan ngerasa punya kawan baru yang gak kalah asik juga baik. Kita sekelompok ada 9 orang, tapi gue ga mengingat dengan baik mereka siapa. Beruntung ada foto kita yang membuat gue jadi kangen kalo diinget-inget.
Dan ternyata kita menjadi pemenang walaupun yang ke-3 dengan mendapatkan slayer berwarna biru.
Karena cuaca agak mendung dan akan turun hujan, kami dipersilahkan berganti baju. Yang namanya laki-laki gak dimana-mana dan tanpa pandang cuaca mereka main bola di tengah hujan yang deras itu.
Jam sudah menunjukan tengah malam, gue dan teman sekamar gue tidur dan keesokan harinya kita siap-siap untuk pulang di siang hari karena menghindari macetnya pucak. Perjalanan pulang cukup memakan waktu lama karena adanya buka tutup jalur, but we've enjoyed...
Tiga hari kemarin di Bogor walaupun bentar tapi tetep aja seruuuuuu banget bagi gue. Gak rela rasanya udah pisah gitu aja sama mereka apalagi sekarang kita emang udah bener-bener LULUS dari tempat pelatihan itu. Pengen banget rasanya kenal mereka dulu dan akrab lebih lama lagi
Ginilah kalo udah sayang sama kawan, mau lepasin aja rasanya susah haha. Ya tapi apalah daya kaki tak akan sampai, hidup akan terus berjalan dan kita semua pasti terus bergerak. Sukses aja buat kita semua!!!!!
Ga banyak kok yang gue tulis, banyak banget suka duka setiap harinya saat di pelatihan itu tapi yang penting kebahagiaan itu rasanya di sini *nunjuk ke hati.
Selasa, 27 Januari 2015
Lagu Sendu, Rindu, Huhu...
COLBIE CAILLAT - I Never Told You
How you kiss me at night
I miss the way we sleep
Like there's no sunrise
Like the taste of your smile
I miss the way we breathe
But I never told you
What I should have said
No, I never told you
I just held it in
And now I miss everything about you
I can't believe it, I still want you
After all the things we've been through
I miss everything about you
Without you, whoa...
I see your blue eyes
Every time I close mine
You make it hard to see
Where I belong to
When I'm not around you
It's like I'm not with me
But I never told you
What I should have said
No, I never told you
I just held it in
And now I miss everything about you (still you're gone)
I can't believe it, I still want you (And I'm lovin' you, I never should have walked away)
After all the things we've been through (I know it's never gonna come again)
I miss everything about you
Without you, whoa...
But I never told you
What I should have said
No I never told you
I just held it in
And now I miss everything about you (still you're gone)
Can't believe it, I still want you (And I'm lovin' you, I never should have walked away)
After all the things we've been through (I know it’s never gonna come again)
I miss everything about you
Without you, whoa, no, no...
Hey 2015
Selamat tahun 2015...
Senin, 03 November 2014
Malasku Selalu Setia Bersamaku
Selamat pagi... Gue baru download aplikasi blogger ini di handphone, yes memudahkan gue banget untuk sering-sering nulis.
Tiap minggunya gue punya tugas mingguan dan anehnya rasa malas selalu menghantui setiap gue yang baru aja mau memulai. Deadline kadang membuat gue jadi semakin bersemangat buat ngerjain tugas. Karena udah wajib kudu harus selesai. Tapi apa? kemalasan masih sering banget gue alamin, ada apa dengan aku ya Allah :(
Kadang gue menyesal menyia-nyiakan waktu santai gue yang biasanya hanya untuk online. Tapi di satu sisi gue bisa jadi lebih fokus setiap mengerjakan sesuatu saat udah deadline. My God gabisa terus-terusan seperti ini dan udah pasti akan menyusahkan nantinya.
Fighting!!!
Kemalasan adalah musuh terbesar gue dan gue akan selalu berjuang untuk menjadikannya teman. Hai teman!








